Pagiku redup
Anak-anak cahaya mengintip malu-malu di ujung kota
Sedang anak-anak mendung perlahan memayungi
Mempersempit kesempatan cahaya untuk terbangun
Pagiku dingin
saat benang-benang perak sang surya
tak memintal kehangatan
Saat rintikan gerimis jutru merajut rapat
melebur embun dari sisa hujan semalam
Tapi tak apa
Semua itu tak akan mengurangi senyumku
Karena ada kamu yang telah hadir menyapa pagiku
Selamat pagi, sayang
Semoga tawa masih menghiasi hari kita :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar