Sabtu, 22 November 2014

Aku Masih Di Sini

Kalau kau bertanya marahkah aku padamu?
Maka jawabannya tidak.

Kalau kau bertanya bencikah aku padamu?
Jawabannya juga tidak.

Menyesalkah aku mengenalmu?
Aku justru bersyukur kau pernah hadir di hidupku.

Apakah aku ingin melupakanmu?
Bisakah?

Akankah aku meninggalkanmu setelah semua yang terjadi?
Kemana aku bisa pergi jika jarum kompasku selalu tertuju ke arahmu?

Kau yang terikat sumpah dan janji, bukan aku.
Kalau kau ingin pergi, maka pergilah. Aku akan tetap di sini.

Untuk menunggumu?
Entah. Aku hanya ingin diam.

Menangisimu?
Apa yang harus ditangisi jika semua lembar yang pernah kita buka bersama selalu terisi canda dan gelak tawa?

Sudahlah, aku tak pernah menganggap ini akhir dari segalanya.
Kita hanya memulai babak baru dengan porsi peranan "Kita" yang berbeda.
Kalau kau ingin melangkahkan kakimu untuk pergi, ya pergi saja.
Tapi kalau kau butuh teman untukmu berbagi seperti dulu, kembalilah.

Aku masih di sini, bukan untuk siapa-siapa.

Apa yang pernah kita tulis bersama selama ini akan kujaga dengan sebaik-baiknya. Tanpa cela dan amarah, tanpa luka dan airmata.




Notes : 
Hanya sebuah catatan lama yang kutulis saat masih bersamanya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar