Kamu ingat kata-kata ini?
Di antara lelahku, kutitipkan senyumku pada selendang cahaya yang menudungi langit kotaku. jangan menyerah dengan keadaan, separuhku. aku di sini, meski tak tampak, akan selalu kurapalkan doa-doa untuk ketabahan tanpa jeda. kita.Ini?
Kau dan aku. Dua Hawa yang ternyata memilih tulang rusuk yang salah. Pada hakekatnya, kita hanya dua hawa yang tak mampu lagi merasakan getar cinta dari pengelana kata. Tapi tak ada airmata di antaranya, sebab kita saling memiliki, dengan rusuk yang juga sebelah.Ini?
Selama jantungku masih berdetak, selama itu pula aku akan menjadi ksatria penumpas masalahkuLalu ini?
Ada kalanya kita harus berhenti. tak untuk menyerah, tapi beristirahat. mengumpulkan kekuatan untuk meneruskan perjalanan.Itu semua adalah apa yang kau kirim untuk menjadi penguatku.
kau ingat ikrar kita, kan? bahwa hanya di bawah sapa hujan kita akan membiarkan airmata kita turut turun. membaur bersama titik-titik air. tak untuk terlihat kuat, tapi agar tak menambah beban pikiran orang lain
Bukan kita yang membuat garis takdir, sayang. Kita hanya memutuskan apa yang kita pikir baik untuk kita. Dan tugas kita sekarang hanyalah bertanggung jawab pada keputusan itu, kan? Baik dan buruk awalnya juga dari kita sendiri.
Jadi....
Be Strong, Honey... kita ikuti saja apa mau-Nya. Kau kuat, dan aku yakin kau bisa. Apa yang kau anggap karang saat ini, kelak hanya akan menjadi sebuah kerikil di matamu.
Jangan menyerah, kau itu cuma separuh, jadi tak akan hancur seluruhnya. Karena separuhmu lagi ada padaku, kan?
Kita masih memiliki mimpi dan padang ilalang kita...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar