Aku membisikkan sebait kata rindu
Kurasakan lembut sentuhnya pada dahiku yang tengah menengadah
Mengusap lembut bibirku hingga melengkungkan seulas senyum
Pada titik-titik gerimis yang mulai melaju kencang
Aku mulai melantunkan sebait syair
Merasakan tetesan yang semakin deras membasahi rambutku
Mengusap wajah hingga mataku terpejam
Dan pada derap hujan yang semakin berlomba
Aku mulai menari
Menginjakkan kakiku pada genangan air di ceruk-ceruk dangkal
Merentangkan kedua tanganku selaksa sepasang sayap
Berputar bersama iringan gemuruh irama langit
Tertawa dan berlari bersama hembusan angin
Aku, kau, dan hujan...
Adakah yang tampak selain senyum di bibir kita?
Bahkan sentuhan dingin pun tak akan membuat kita menggigil.
Jangan pernah kalah oleh tangismu, Rain...
Karena hujan tak akan lelah menyamarkan dan menghapus airmata kita
Kemarilah, mendekat padaku...
Tautkan tangan-tangan kita lalu berdansa di bawah hujan.
Dan dengarkan aku,
karena aku masih akan terus menyanyikan syair hujan dan tujuh warna pelangi untukmu.
Jadi... Tersenyumlah... :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar