Rabu, 03 Juli 2013

Not A Dream

Terpaku menatap lembaran kosong. Isi otak tak bisa terbaca, terlalu rumit, terlalu sesak, hingga akhirnya diputuskan saja untuk diam, dan melihat.
Ada rasa yang tak bisa dijabarkan. Lelah, resah, luka... kecewa.

Ingin terbang ke tempatmu.

Berjalan berdua menyusuri pinggiran pantai.
Menghitungi jejak-jejak tapak kaki yang tertinggal dan terhapus oleh gelombang.
Menikmati hangat sinar matahari jingga yang hampir tenggelam di ujung barat.
Bernyanyi dalam sebuah syair dengan debur ombak sebagai musik latarnya.

Hei, kamu... yang memiliki separuh jiwaku...

Masih ingatkah pada impian sederhana kita?
Sampai detik ini aku masih membingkainya pada dinding hati yang berpigurakan senja.
Berharap kelak Tuhan bosan mendengar rayuanku dan tak memiliki pilihan lain selain mengabulkannya.

Dan jika saat itu tiba, sayang...

Berjanjilah padaku untuk tak mengatakan kalau itu adalah mimpi...
Karena aku yakin... tak ada impian seindah itu :)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar