Rabu, 10 Juli 2013

Selalu Rasa Yang Sama

Katamu… impian itu hanya bunga tidur, hanya bayangan yang tak semuanya dapat menjadi nyata. Saat yang terlihat manis, dia seperti obat yang meredakan sakit. Saat terlihat buruk, dia laksana pedang yang siap merobek tabir hidupmu.

Katamu… tak semua cinta akan terlihat indah. Adakalanya cinta harus mengalah pada logika, menulikan jeritan perasaan yang terdengar menyayat. Mengalah pada takdir yang suatu saat akan merenggut semua rasa yang pernah tercipta.

Katamu… tak apa tak bersama, asal masih bisa mendengarkan syair yang melantun dari kisi-kisi hati yang kosong. Mendengarkan gema suara rindu yang melolong pada bias-bias asa yang tak berbalas.

Katamu… katamu dan katamu, selalu itu yang berputar pada poros ingatanku. Hingga masa lalu nyaris menjadi kutukan yang siap menyerang dan menghancurkan dinding harap.

Aku membencimu…

Membencimu yang mengajarkan rasa sakit dan kesedihan. Membencimu yang membuatku menunggu penuh kepiluan di ambang kegelapan. Membencimu yang meniupkan dan menanamkan bunga-bunga cinta di kebun hatiku, hingga mereka terus bertumbuh dan aku tak mampu membakarnya.

Aku membencimu, sungguh…

Dengan segala kerinduan yang terus mencakar dinding kalbu.


-Untukmu yang telah pergi melintasi gerbang waktuku-



Tidak ada komentar:

Posting Komentar