Uwaaaaaaaah... mataharinya hangat. Bangun, Rain... banyak yang harus kita kerjakan pagi ini. Kita bagi tugas, ya? Sebelum jam kerja berbunyi semua ini harus selesai, bisa?
Oke, aku akan mencuci dan menjemur pakaian kotor kita, juga membersihkan lantai dan perabot. Sedangkan kau, masak. Hahaha aku parah di dapur, jadi membuat makanan menjadi bagianmu, ya? Juga menyiram semua bunga lily dan suplir di halaman. Adil, kan?
Aku mulai ya? Mmmmh... Berapa kali kau berganti pakaian dalam sehari? Satu keranjang penuh, tiga perempatnya milikmu semua, aiiish... kau boros sekali, eiits.. jangan pukul aku, atau aku akan menyirammu dengan air dingin ini. Tugasmu di dapur, syuuh syuuh. Baiklah, aku habisi semua dalam sekejap, "Jangan lupa teh hangat ku, ya? Aku tak minum coklat saat pagi!"
Hei, baunya harum, apa yang kau masak untuk sarapan kita. Oh tidak, perutku mulai tak kompak. Coba aku intip sebentar. Oh, oke... aku tak akan mendekat, jangan acungkan pisau itu padaku, kau sadis pagi ini.
Saatnya menjemur, lumayan berat keranjang bajunya, tapi aku sanggup. "Rain...!!! Anginnya kencang, bisa bantu aku? Kalau tidak pakaian dan sprei yang baru aku cuci jatuh semua dan aku akan kerja lagi dua kali, please...!!!"
Kau pegang erat ujung sprei putih di sebelah sana ya? ya seperti itu, dan kita lempar bersamaan ke atas. Awas rambutmu, jangan sampai tersangkut. Hei, mau kemana? Sekalian saja kau bantu aku jemur yang lainnya, hehehe tak usah cemberut, lihat pipimu... jadi chubby begitu.
Kenapa kau diam saja? aiih... Lagi-lagi tarian ilalang menggoda pandangmu. Baiklah, kau duduk saja dan nikmati pertunjukan terhebat di padang rumput kita. Bernyanyilah, maka pagi ini akan menjadi sempurna untukku, untuk kita.
Sudah selesai, Ayo kubantu kau menyiram bunga, sembari memberi makan sepasang ikan di kolam kecil kita. Kau bertelanjang kaki? Baiklah, aku pun tak takut kotor. Aku ambil makanan ikan di belakang dulu, ya?
Ah... aku iri dengan lily itu. Bagaimana tak iri jika aku melihatmu tersenyum begitu manis saat menyiraminya? Bahkan senandung kecil dari bibirmu mengiringi tariannya yang tertiup angin. Tapi aku suka, asal kau tersenyum... aku suka.
Rain, lihat... ikannya rakus sekali. Mereka berebut makanan yang kusebarkan di kolam, lucunya!!! Awas jangan terlalu dekat, aku tak mau tempat mandimu berpindah. Hahaha oke, jangan melotot, binarmu tak pantas untuk marah.
Dan kita melupakan satu hal, aku belum membersihkan lantai juga perabot, bisa kuganti nanti sore? Toh lantainya juga tak begitu kotor. Pleaseee... aku lapar. Ah kau memang bidadari terbaik yang aku miliki. Kita sarapan dulu, mmmh omelet daging sapi kesukaanku. Thanks, Rain... cepat kita habiskan, lalu mandi dan pergi bekerja. tak sabar rasanya berlomba denganmu untuk pulang lagi ke rumah ini saat senja hampir tiba.
Tetaplah tersenyum, Rain... :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar