Duduk sendiri di anak tangga kayu di teras belakang rumah hujan kita, sembari menikmati senja yang berselimut mendung, seperti ada sebuah rasa yang ganjil, rindu yang aneh.
Ilalangmu menari, Ay... cantik sekali.
Kusandarkan kepalaku pada tiang kayu, memeluk lenganku sendiri, dingin. Angin sore ini terasa menusuk tulang. Akupun malas membuat coklat panas untuk menghangatkan tubuhku.
Aku hanya ingin duduk diam di sini, sembari menunggumu pulang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar