Rabu, 23 Januari 2013

Renungan Senja

Kali ini aku hanya terdiam di dermaga kecil tepi danau
yang terletak tak jauh dari halaman belakang rumah hujan kita.
Memandangi senja yang perlahan jingga-nya seakan tenggelam di kota sebelah.
Memandangi capung-capung kecil yang siap pulang ke peraduannya.
Memandangi bias bulan yang mulai nampak separuh wajah.

Mungkin lelahku terlalu berat kali ini.
Mungkin gelapku telah menjadi begitu pekat.
Ada asa yang nyaris terputus semalam, saat aku merasa begitu enggan melangkahkan kakiku lagi,
pada jalan kehidupan yang telah kupilih.

Pulang ke "Rumah Kemarau" dengan gontai...
Senyum seakan layu saat tak ada sambutan "Selamat datang"
Hanya miris yang terasa saat melihat semua telah terlelap
Sepertinya tak pulang pun tak berarti apa-apa.

Menenggak entah berapa obat flu,
berharap kantuk segera datang dan akupun segera terlelap.
Aku tak ingin memikirkan apapun lagi,
saat ruang hampa di dalam otak telah terisi ribuan penghuni.

Saat terjaga, bahkan mimpi pun tak mampu kuingat.

Tapi sapamu, Ay...
Juga senyum yang kau kirim dari jauh, membuatku hangat.
Dan aku mulai merasa kalau semua akan baik-baik saja.

Kau, separuhku...
Terima kasih untuk cintamu.
I LOVE YOU TOO, ALWAYS... :)


Agak bingung juga, ini sebenarnya gambar senja atau fajar? *plaaaak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar