Sabtu, 19 Januari 2013

Cepatlah Datang...

Ahaha... Rindunyaaaa....
Selamat pagi rumah hujanku tercinta, maaf aku baru pulang sekarang. Apa aya-ku sudah datang?
Belum?
Ah... kemana dia? apa tersesat? Tak mungkin, dengan memejamkan matapun dia akan tau arah pulang ke tempat ini. Kucoba menunggu dia di dalam saja sambil membersihkan apa-apa yang perlu dibersihkan. Aiiiish.... kunciku tertinggal di kantor, bodohnyaaaa!!!

Huuuft... aku di luar saja, sebentar lagi dia pasti sampai.

mataku menyapu halaman depan yang penuh dengan lily dan suplir. mereka tetap mekar dengan cantiknya, tak layu karena hujan masih memberi mereka kekuatan untuk hidup. aku berjalan di antara mereka yang tengah menari dengan lembut oleh desiran angin padang rumput. Liukannya begitu menggoda mata. Aku tersenyum. Kusentuh mereka dengan jemariku, aah... sepertinya mereka merindukanmu, Ay... mereka rindu senandung kecilmu saat kau merawat dan menyirami mereka setiap pagi.

Aku berjalan sedikit memutar ke samping, menatap kolam kecil yang terisi sepasang ikan. Akupun duduk di batu sungai yang mengelilingi pinggirnya. Lihat, Ay... mereka langsung berenang menghampiriku!!! kalian merindukanku? Baiklah, akan kuberi makan yang banyak setelah ini, walau aku sempat terkejut melihat kalian masih hidup setelah kami hampir lama tak pulang :p

Aku berdiri meninggalkan mereka yang sepertinya masih rindu, tapi aku pasti kembali nanti, tunggu ya? Kuhampiri halaman belakang rumah hujan kita, ilalang di sana semakin tinggi, tapi tak lebih tinggi dari tubuh-tubuh kita. Cantik, Ay...
Mereka menari dengan lincahnya, bersama burung-burung kecil dan kupu-kupu yang hinggap pada tangkai-tangkainya. Kelintingan besi dan kincir angin kertas kita seakan mengiringi pertunjukan terhebat yang hanya menjadi milik kita ini. Hhhhh.... Rindu...

Anginnya begitu sejuk, aku memilih duduk di kursi kayu kita sambil menikmati apa yang disajikan alam untuk memanja mataku yang letih dan kepalaku yang penat. Tak ada tempat seindah ini, Ay... tempat yang kita ciptakan berdua.
Hanya ada kau... dan aku, kita...
Seperti katamu, kemana lagi tempatku pulang?
Biarkan aku tertidur sejenak, setelah lama aku berlari dan tak berhenti. Cepatlah datang...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar