Al....
Apa yang kau rasakan saat kita hanya mampu bersitatap? Ada makna di balik senyuman yang tak terungkap. Juga gagap saat lengan tak lagi saling dekap. Gelap.
Aku berjalan lesu melewati ribuan batu, meninggalkan jejak berdebu pada ujung sepatu. Sepanjang apa harus kutempuh waktu, agar luluh semua rindu yang kian membelenggu? Aku beku.
Al...
Saat gerimis tak lagi mengisahkan cerita manis, saat gerimis justru melagukan ribuan tangis, aku menyerah, Al. Sudah.
Cukup begini saja, jangan tumpahkan lagi airmata, jangan buat lagi sebuah luka, usaikan saja kita berduka. Sudah... bukankah kita sama-sama lelah?
Aku mencintaimu, Al... rasa itu masih utuh, pilar yang kita bangun juga belum runtuh. Tapi semuanya sudah tak tepat, sudah berkarat.
Rindu ini masih di sini, Al... Rindu ini juga belum mati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar