Jumat, 16 Oktober 2015

Dear, Al... (Aku Rindu Merinduimu)

Aku lupa menghitung sudah berapa panjang garis waktu yang kulalui tanpa kamu. Isi kepalaku kosong, hati pun serasa tak berpenghuni, tak ada secuilpun rasa entah apa. Kau mencuri semuanya, Al.. seluruh hidupku.

Kau ingin aku bahagia, bodohkah kamu?Sementara kamu tahu jika aku pernah menitipkan seluruh bahagiaku di pundakmu. Dan saat kau menanyakan kabarku... percayakah kau kalau kubilang aku baik-baik saja?

Entah aku harus menyesal atau bagaimana, di satu sisi semua yang pernah terjadi di antara kita bisa kusebut indah, sementara di sisi lain aku mengutuki perpisahan.

Aku merindukanmu, Al... aku rindu merinduimu. Aku rindu saat dimana aku bisa menikmati seluruh senyummu,  merekam gelak tawamu, melahap rakus tatapan lembutmu. Aku merindukanmu, sungguh.

Puisiku tak lagi bernyawa, syair pun kehilangan suara. Aku bisu, Al... lidahku kelu, nadi pun seolah membeku. Jika Tuhan memberiku satu kesempatan untuk memutar waktu, mungkin aku memilih untuk meniadakan temu.

Al... 
Sebutlah aku lemah, karena tanpamu aku hanyalah remah. Aku lantak, tak hanya retak. Aku bukan lagi gadismu yang gemar menari di bawah gerimis, aku menjelma peri yang melagukan tangis. 

Entah berapa panjang waktu yang kuperlu untuk mengobati lukaku. Entah berapa banyak belanga yang kubutuh untuk menampung airmata. Entah... 

Al... aku rindu merinduimu, seperti dulu.




3 komentar:

  1. kau mengingatkanku akan masa lalu yang membuatku kembali meringkuk dalam perihnya rasa di tengah fakta bahwa dia telah pergi meninggalkanku...selamanya....
    hiks...hiks....
    *tulisanmu selalu bikin melow say....

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahaha kebiasaanku klo lagi galau emang rada gaje maksimal. Aku juga pernah kehilangan masa lalu, tapi sayangnya bukan si "Al" ini, wkwkwk...
      udah ah melownya sist, ntar MM dirimu buat pisah pulak, TIDAAAAK....!!!

      Hapus
    2. Sesekali pingin juga tu buat sad end
      tapi ujungnya selalu ga tega
      wkwkkwwkwkwkwkk

      Hapus