Minggu, 18 Oktober 2015

Our Feeling

Garis jingga mulai menguak senja pada batas cakrawala, meniupkan serpihan rindu yang terserak pada masa lalu, membisikkan gaung sebuah nama yang nyaris hilang ditelan masa. 

Apa yang kita mampu? Sementara takdir tak ingin begitu. 

Mungkin tak ada lagi tempat di laci doa, untuk kita dengan seribu pinta. Hanya ada cekat di ujung lidah, saat rangkaian kata tenggelam pada ujung mata yang basah. 

Cukup begini saja, saling diam pun tak apa, mata juga mampu bercerita. Tak perlu banyak kata, karena hati sudah menenun aksaranya. 
Kita sudahi saja, karena kisah kita telah sampai di ujung cerita. Apa yang kita bisa, sementara takdir pun seakan menutup mata. 

Kau ingin aku bahagia? Maka akupun meminta hal yang sama. 

Sudah cukup, Sayang... mari sama-sama belajar mengobati luka yang masih menganga, rindu yang kelak ada anggap saja sebagai pengingat jika pernah ada cinta yang sempat tercipta :)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar