Aku lupa, sudah berapa lembaran almanak bertanggalan sejak aku menghabiskan waktuku bersama dia, mengisi hari-hariku dengan kehadirannya. Aku lupa, Ay... entah sudah berapa halaman buku yang kutuliskan tentang dia, hanya dia.
Aku kembali bermain dengan takdir, meletakkan hati pada tempat yang salah. Kenapa selalu salah, Ay? Mungkin karena apa yang seharusnya sudah benar tak pernah menjadi benar untukku, mungkin. Atau aku saja yang tak pernah berusaha membuatnya menjadi benar? Entah.
Aku tertawa dan terus tersenyum, menyimpan ribuan airmata di baliknya, tapi bukan kuat yang terlihat, justru aku semakin tampak konyol, Ay... hah :D
Aku hanya mencari sebuah tempat yang bisa kusebut rumah, Ay... tempat aku pulang dan melepaskan segala penatku, tempat aku melepaskan tangis kala lelah melanda, tempat dimana aku selalu didengar, tempat dimana ada tangan yang terulur dan menggenggamku erat.
.
Tapi ternyata aku salah, dan dengan bodohnya aku menutup mata selama ini, membiarkan diriku semakin tenggelam dan karam.
Aku sakit, Ay... aku terluka, lagi.
Tapi bukan separuhmu namanya kalau aku tak mampu kembali berdiri dan berlari. Aku hanya butuh waktu dimana aku hanya ingin sendiri, bukan untuk melarikan diri, tapi hanya sekedar untuk menenangkan hati.
Seharusnya aku tak pernah keluar dari dunia yang pernah kuciptakan, dimana sebuah pertemuan tak akan pernah berakhir dengan kehilangan.
Tak apa... aku bisa kembali lagi ke sana untuk menata kembali apa yang sudah terberai. Aku akan kembali ke sana untuk menutup sedikit demi sedikit luka yang terlanjur menganga.
Ada sesuatu di bulan September, Ay... saat rintikan hujan tak juga menyapa, saat kering menggerogoti dada, ada sebuah kisah yang harus kembali tiada :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar