Rabu, 27 November 2013

Saat Kata "Kita" Tercipta

Hari ini, setahun yang lalu, semuanya dimulai. Sebuah rasa yang terikat erat, rasa tak jelas yang mengawali seluruh kisah.
Kamu dan aku, yang awalnya bukan siapa-siapa, bukan apa-apa, lalu menjadi kita. Entah berapa lembar harian yang tertulis di dalamnya, mengisahkan banyak cerita yang juga tentang kita. Entah itu cerita romantis, jenaka ataupun tragis, tapi selalu tertulis kata kita.
Kamu... Tak hanya menyuguhkan tawa, ataupun senyuman. Terkadang amarah juga tangis menjadi sajian kita di saat bersama. Dan kukatakan padamu, aku menikmatinya, karena hidup tak hanya dipenuhi mimpi, kan?
Setahun sudah kata "kita" tercipta di antara kamu dan aku, entah kita sebagai apa, tapi kita selalu ada. 365 hari, 8760 jam berjalan, coba hitung dengan jari tanganmu, berapa menit saja yang terlewati tanpa sapa kita?
Sejak awal matahari terbit, say good morning tak pernah lepas. Hingga mata terasa berat oleh kantuk, G'nite and have a nice dream selalu menjadi pengantar hingga kedua bulu mata kita bersatu. Bahkan saat tengah malam kita terjaga, say hai juga selalu ada. Benar-benar eksis kan?
Terkadang jenuh dan lelah menciptakan perseteruan di antara kita. Salah paham dan perbedaan pendapat menjadi alasan untuk tak bertegur sapa. Tapi toh nyatanya hanya seperempat hari yang kita sia-siakan, karena aku membutuhkanmu, mungkin begitupun denganmu. 

Berkali penat dan kesal menjadikan alasan untukku pergi dan menjauh darimu, membalikkan badan dan berlalu dari hadapanmu, tapi semua tak terwujud, hanya sebatas angan saja. Hingga rasa sakit yang teramat sangat menyadarkanku untuk memikirkan ulang semuanya lagi dan meraih tanganmu kembali.
Kamu... Lelaki bengal yang kukenal dari dunia maya. Kamu memang tak sempurna, kamu juga bukan yang terbaik yang pernah singgah dalam detakan hariku sepanjang hidup. Tapi kamu masih ingat akan satu hal, kan? Kamu tetap menjadi satu dari warna-warna indah pelangiku, dan itu belum berubah hingga detik ini. Kulewati setahun ini bersama kamu yang benar-benar kamu, kamu sebagai dirimu sendiri, kamu yang ku kenal di maya maupun di nyata.
Kita pernah berbagi tawa, juga tangisan, untuk itu kumohon... tetaplah bersamaku, hingga waktu bosan dan mengikis kata "kita" dalam harian katanya. Hingga sang waktu mengambil "kita" dan mengembalikannya menjadi kamu dan aku. Walau aku masih berharap sang waktu berbaik hati dan membiarkan "kita" terus ada dan terus berjalan bersamanya, tanpa melanggar batasan yang telah kita tetapkan.
Terima kasih telah hadir untukku, sebagai apapun itu. Menemaniku saat cercaan serta makian tertuju padaku. Memelukku saat amarah dan kecewa bertandang dan membelenggu. Terima kasih untuk semua rasa yang pernah kau beri, sayang yang begitu besar yang tak selalu terucap melalui aksara maupun kata, karena kita membuktikannya dengan tingkah laku dan perbuatan.
Aku menyayangimu, sungguh... Dari dasar hati yang paling dalam

'Hawa'




4 komentar:

  1. Aishhh tetap aja typonya gak hilang hahahaha

    BalasHapus
  2. Makasih ntuk untaian kata2 yang indah yg berhasil membuat bola mata ku berkaca kaca
    Bahakan mengalir beberapa butiran inta menelusuri lorong disuut hidung indahku

    Tapi ada yg lebih indah bahkan lebih dari putra duyung yang sempurna yang kau suguhkan didepan ku yaitu perhatian dna kasih sayang mu

    Ya itu yang salah satu terindah dari deretan terundah yang aku miliki sekarang

    Makasih, aku juga menyayangimu dengan cara dan gaya ku yang terkadang sulit kau pahami

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe orang yang baca komen kamu bakal bingung, pooh... tapi untungnya aku selalu mengerti bahasa alienmu yang penuh typo itu :)
      makasih, Winnie-ku... #peluk

      Hapus