Kita memang bukan kanak-kanak lagi
yang hidup dalam dunia dimana kita berpikir peri-peri akan datang menghibur di kala sedih
dengan kepak sayap-sayap perak mereka terbang di udara
dan taburan bubuk penebar tawa yang berkilau saat mereka menari di antara dedaunan.
Kita bukan lagi gadis kecil
yang menangis jika apa yang kita minta tak terpenuhi
yang mengunci pintu kamar dan membanting semua barang
jika sedih juga amarah mendera dan menguasai hati.
Kini kita adalah wanita dewasa
yang seharusnya mampu menelan tangis dan menikmatinya seorang diri
belajar dari apa yang disebut sakit dan kecewa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar