Selasa, 12 Februari 2013

Senandung Selamat Datang ( By. Aya )

Dari tadi aku berkali-kali melirik jam mungil yang melingkari pergelangan tangan kiriku. Mengapa kau tak juga sampai? Oh, tidak! Jangan katakan kalau Pak Tua, si Boss-mu tersayang itu lagi-lagi menahanmu. Ayolah, ini akhir pekan. Kau bahkan nyaris memberi 24 jam waktumu selama 6 hari penuh untuknya.

Matahari semakin meninggi. Lukisan langit di atas kepalaku didominasi warna biru cerah. Warna kesukaanmu. Awan-awan putih berarak manja memuja keluasan jagad. Angin semilir bertiup tenang, meredam semburan murka penguasa panas. Tapi kau tak juga menampakkan batang hidungmu di depan mataku. Hemmm, tak mengapa, aku akan bersabar menunggu kepulanganmu. bukankah kesabaran itu yang membuat hubungan kita bertahan sampai hari ini?

Sambil menunggumu, aku memutuskan untuk kembali ke kamar. Membungkukkan badanku, mengulurkan tangan dan mengeluarkan sebuah kotak persegi panjang yang sudah agak berdebu dari kolong tempat tidur. Kutiup debunya, lalu kubuka perlahan tutupnya. Kau masih ingat benda apa yang kusimpan di kotak itu? Ya, kau benar. Biolaku. Hadiah ulang tahun darimu setahun yang lalu.

Biolaku masih tetap berkilat seperti saat pertama kalinya aku menerimanya darimu. Senar-senar yang masih utuh dan mengeluarkan harmonisasi suara yang memukau. Entah, tapi aku tergerak untuk kembali memainkannya untukmu, anggap saja sebagai caraku membunuh sepi.

Aku bergegas menenteng biolaku, membawanya ke ladang ilalangku yang kian subur dan tinggi. Hijau terhampar seluas mata memandang, tapi aku belum melihat bayanganmu. Mungkin kau sedang mengistirahatkan diri di akar pohon besar yang menyembul di hutan sana, melemaskan otot-otot kakimu yang lelah berjalan. Aku selalu memiliki kesabaran lebih jika itu menyangkut kau.

Kusampirkan biolaku ke bahu, dan mulai menggesek dawai-dawainya. Memainkan lagu tanpa nama yang tiba-tiba saja terpikir di benakku. Kuharap, dalam radius berapa puluh meterpun, kau mampu mendengarkan suara permainan biolaku yang disebarkan bayu ke delapan penjuru mata angin. Isinya hanya satu, Wa: Senandung Selamat Datang, untukmu. Separuhku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar