Pertemuan kita,
kupikir dulu hanya sebuah kebetulan saja. Kebetulan kita menyukai satu hal yang
sama. Berawal hanya dengan saling sapa, kau terus hadir mengisi hariku. Hingga
tanpa sadar aku tak pernah tidak melihat sosokmu, saat kamu tak ada aku justru
mencari dan berhenti pada sebuah tempat dimana ada kamu di sana, dengan
senyummu.
Semakin hari aku
sudah terlalu terbiasa denganmu. Hal-hal baru muncul, dan begitu banyak
kesamaan yang terjadi antara kita. Kamu… dan aku, kita seakan satu jiwa yang
terpisah.
Semangat yang
kau miliki meracuniku, perlahan mengajakku bangkit dan berjalan bersamamu.
Senyum yang kau ukir mengikatku, membawaku ikut serta di dalamnya. Dan tangis
yang kau cipta merobek jantungku, karena aku bisa merasakan hal yang sepertimu.
Sempat kau
menjauh, hingga aku harus menciptakan diriku yang baru untuk mengejarmu,
mendapatkanmu kembali, dan aku bisa. Tapi kusesali satu hal, aku justru
menggurat kecewa saat aku ternyata harus berbagi. Aku tahu kau marah, kau
sedih, maaf… tapi sungguh aku tak pernah meninggalkanmu. Tidak untuk dulu
ataupun sekarang.
Apa yang bisa
aku ucapkan di hari kasih sayang ini? Bukankah bagi kita setiap hari adalah
hari dimana kita selalu berbagi kasih? Mengikat sayang? Senyum yang kau berikan
setiap haripun selalu kuanggap sebagai hadiah kasih sayang darimu. Everyday is
Valentine bagiku.
Mungkin ucapan
terima kasihku akan bertubi-tubi menghampirimu kali ini, walau aku selalu
mengucapkan kata-kata itu setiap detik, di setiap irama detakan jantungku.
Terima kasih
telah hadir untukku. Sebagai seluruhku.
Terima kasih
telah mewarnai hidupku dengan senyum dan tawa. Menghapus airmataku dengan
hujanmu, hujan kita.
Terima kasih
telah mengajariku makna hidup, membantuku menjadi kuat dengan menggenggam
tanganku, memeluk jiwaku. Mengajariku untuk selalu tersenyum dan menyembunyikan
tangis di antaranya. Katamu, biarlah airmata kita hanya kita saja yang tahu.
Terima kasih
telah mengerti aku dengan segala aku, menerima baik dan burukku, membuatku
merasa berharga, setidaknya berharga untuk diriku sendiri.
Terima kasih,
Aya-ku, hujanku, belahan jiwaku… Aku cinta kamu, selalu… #big hugs

Tidak ada komentar:
Posting Komentar