Kamis, 14 Februari 2013

Everyday I Love You

Pertemuan kita, kupikir dulu hanya sebuah kebetulan saja. Kebetulan kita menyukai satu hal yang sama. Berawal hanya dengan saling sapa, kau terus hadir mengisi hariku. Hingga tanpa sadar aku tak pernah tidak melihat sosokmu, saat kamu tak ada aku justru mencari dan berhenti pada sebuah tempat dimana ada kamu di sana, dengan senyummu. 

Semakin hari aku sudah terlalu terbiasa denganmu. Hal-hal baru muncul, dan begitu banyak kesamaan yang terjadi antara kita. Kamu… dan aku, kita seakan satu jiwa yang terpisah.

Semangat yang kau miliki meracuniku, perlahan mengajakku bangkit dan berjalan bersamamu. Senyum yang kau ukir mengikatku, membawaku ikut serta di dalamnya. Dan tangis yang kau cipta merobek jantungku, karena aku bisa merasakan hal yang sepertimu.

Sempat kau menjauh, hingga aku harus menciptakan diriku yang baru untuk mengejarmu, mendapatkanmu kembali, dan aku bisa. Tapi kusesali satu hal, aku justru menggurat kecewa saat aku ternyata harus berbagi. Aku tahu kau marah, kau sedih, maaf… tapi sungguh aku tak pernah meninggalkanmu. Tidak untuk dulu ataupun sekarang.

Apa yang bisa aku ucapkan di hari kasih sayang ini? Bukankah bagi kita setiap hari adalah hari dimana kita selalu berbagi kasih? Mengikat sayang? Senyum yang kau berikan setiap haripun selalu kuanggap sebagai hadiah kasih sayang darimu. Everyday is Valentine bagiku.

Mungkin ucapan terima kasihku akan bertubi-tubi menghampirimu kali ini, walau aku selalu mengucapkan kata-kata itu setiap detik, di setiap irama detakan jantungku.

Terima kasih telah hadir untukku. Sebagai seluruhku.

Terima kasih telah mewarnai hidupku dengan senyum dan tawa. Menghapus airmataku dengan hujanmu, hujan kita.

Terima kasih telah mengajariku makna hidup, membantuku menjadi kuat dengan menggenggam tanganku, memeluk jiwaku. Mengajariku untuk selalu tersenyum dan menyembunyikan tangis di antaranya. Katamu, biarlah airmata kita hanya kita saja yang tahu.

Terima kasih telah mengerti aku dengan segala aku, menerima baik dan burukku, membuatku merasa berharga, setidaknya berharga untuk diriku sendiri.

Terima kasih, Aya-ku, hujanku, belahan jiwaku… Aku cinta kamu, selalu… #big hugs



Tidak ada komentar:

Posting Komentar