Rabu, 24 Februari 2016

TERSERAH

Aku kembali bercerita pada hujan, perihal kepergian juga kehilangan. Entah ada apa di balik semua rencana Tuhan, aku hanya bisa pasrah dan berserah. Aku terlalu lelah untuk berontak dan tak memiliki kesempatan untuk bersorak. 
Sudahlah... kuikuti saja semua mau-Nya.

Aku tak pernah tahu apa yang akan Dia beri setelah airmataku tumpah dan dadaku terluka, percaya saja di belakang hari akan ada bahagia. 
Naif kah?

Siapa sebenarnya yang salah? Apakah takdir terlalu pongah hingga tak sedikitpun dia mau mengalah? Setidaknya beri aku kesempatan sedikit saja untuk memikirkan diriku sendiri. Aku sudah terlalu lelah dengan semua masalah.

Aku hanya sepotong raga yang meringkuk dalam gelap, bahkan mengeja duka pun aku tergagap. Hanya derap hujan yang terus mendekapku erat. Aku hanyalah kepingan pecahan kaca, yang bila disatukan kembali pun tak akan sempurna.

Sudahlah... aku pasrah, kuikuti saja semua mau-Nya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar