Hari
ini, setahun yang lalu, semuanya dimulai. Sebuah rasa yang terikat erat, rasa
tak jelas yang mengawali seluruh kisah.
Kamu dan aku, yang
awalnya bukan siapa-siapa, bukan apa-apa, lalu menjadi kita. Entah berapa
lembar harian yang tertulis di dalamnya, mengisahkan banyak cerita yang juga
tentang kita. Entah itu cerita romantis, jenaka ataupun tragis, tapi selalu
tertulis kata kita.
Kamu... Tak hanya
menyuguhkan tawa, ataupun senyuman. Terkadang amarah juga tangis menjadi sajian
kita di saat bersama. Dan kukatakan padamu, aku menikmatinya, karena hidup tak
hanya dipenuhi mimpi, kan?
Setahun sudah kata
"kita" tercipta di antara kamu dan aku, entah kita sebagai apa, tapi
kita selalu ada. 365 hari, 8760 jam berjalan, coba hitung dengan jari tanganmu,
berapa menit saja yang terlewati tanpa sapa kita?
Sejak awal matahari
terbit, say good morning tak pernah lepas. Hingga mata terasa berat oleh
kantuk, G'nite and have a nice dream selalu menjadi pengantar hingga kedua bulu
mata kita bersatu. Bahkan saat tengah malam kita terjaga, say hai juga selalu
ada. Benar-benar eksis kan?
Terkadang jenuh dan
lelah menciptakan perseteruan di antara kita. Salah paham dan perbedaan
pendapat menjadi alasan untuk tak bertegur sapa. Tapi toh nyatanya hanya
seperempat hari yang kita sia-siakan, karena aku membutuhkanmu, mungkin
begitupun denganmu.
Berkali penat dan kesal menjadikan alasan untukku pergi dan menjauh darimu, membalikkan badan dan berlalu dari hadapanmu, tapi semua tak terwujud, hanya sebatas angan saja. Hingga rasa sakit yang teramat sangat menyadarkanku untuk memikirkan ulang semuanya lagi dan meraih tanganmu kembali.
Berkali penat dan kesal menjadikan alasan untukku pergi dan menjauh darimu, membalikkan badan dan berlalu dari hadapanmu, tapi semua tak terwujud, hanya sebatas angan saja. Hingga rasa sakit yang teramat sangat menyadarkanku untuk memikirkan ulang semuanya lagi dan meraih tanganmu kembali.
Kamu... Lelaki bengal
yang kukenal dari dunia maya. Kamu memang tak sempurna, kamu juga bukan yang
terbaik yang pernah singgah dalam detakan hariku sepanjang hidup. Tapi kamu
masih ingat akan satu hal, kan? Kamu tetap menjadi satu dari warna-warna indah
pelangiku, dan itu belum berubah hingga detik ini. Kulewati setahun ini bersama
kamu yang benar-benar kamu, kamu sebagai dirimu sendiri, kamu yang ku kenal di
maya maupun di nyata.
Kita pernah berbagi
tawa, juga tangisan, untuk itu kumohon... tetaplah bersamaku, hingga waktu
bosan dan mengikis kata "kita" dalam harian katanya. Hingga sang
waktu mengambil "kita" dan mengembalikannya menjadi kamu dan aku.
Walau aku masih berharap sang waktu berbaik hati dan membiarkan
"kita" terus ada dan terus berjalan bersamanya, tanpa melanggar
batasan yang telah kita tetapkan.
Terima kasih telah
hadir untukku, sebagai apapun itu. Menemaniku saat cercaan serta makian tertuju
padaku. Memelukku saat amarah dan kecewa bertandang dan membelenggu. Terima
kasih untuk semua rasa yang pernah kau beri, sayang yang begitu besar yang tak
selalu terucap melalui aksara maupun kata, karena kita membuktikannya dengan
tingkah laku dan perbuatan.
Aku menyayangimu,
sungguh... Dari dasar hati yang paling dalam
'Hawa'



