Terkadang rasa kesal itu begitu melelahkan. Tapi tetap saja tak mampu bersikap tak peduli.
Ingin menolak, bersikap tegas dengan mengatakan TIDAK, tapi hanya omong kosong yang terucap, yang pada akhirnya mengikat diri dengan penyesalan.
Ah Stupid...
Mencoba jujur saja beratnya selaksa memanggul karang. Harusnya fungsi hati bisa diminimalisir lagi. melatih hati untuk tidak terus merasa kasihan, melatih perasaan untuk mengurangi rasa tak tega. Lebih keras lagi berusaha untuk menghargai diri sendiri.
Ikatan ini memang tak kuat, simpulnya pun terkesan lemah. Tapi ada rasa tak berdaya untuk melepas tali yang sudah menjelma menjadi belenggu. Hanya membutuhkan sepatah kata untuk mengakhiri semua, tapi lidah terasa kelu dan kaku.
Lalu dimana kuatku?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar