Malam melagukan syair rindu dengan begitu merdu.
Sedang sang sepi terus membisikkan cinta
yang beberapa hari ini hanya tersimpan dalam hati saja.
.
Aku tahu ada yang kurang.
Ada yang hilang dan perlahan menjadi kenang.
Jeda yang kita cipta meninggalkan sebuah lubang serupa jurang.
.
Bukankah ini yang kita inginkan sejak dulu?
Lalu kenapa ada pilu?
Ada luka yang menggores dada,
juga airmata yang tak kunjung reda.
.
Tapi malam terus melagukan rindu,
bahkan sepi tak usai bernyanyi.
Biar saja...
akan kutemani rinai hujan di luar sana hingga pagi tiba.
Sedang sang sepi terus membisikkan cinta
yang beberapa hari ini hanya tersimpan dalam hati saja.
.
Aku tahu ada yang kurang.
Ada yang hilang dan perlahan menjadi kenang.
Jeda yang kita cipta meninggalkan sebuah lubang serupa jurang.
.
Bukankah ini yang kita inginkan sejak dulu?
Lalu kenapa ada pilu?
Ada luka yang menggores dada,
juga airmata yang tak kunjung reda.
.
Tapi malam terus melagukan rindu,
bahkan sepi tak usai bernyanyi.
Biar saja...
akan kutemani rinai hujan di luar sana hingga pagi tiba.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar