Kamu yang duduk sendiri di tengah padang...
Apa yang kau lamunkan?
Merindukanku kah?
Kau tampak begitu nyaman
begitu tenang.
Jemarimu sibuk membelai pucuk-pucuk ilalang
yang membentang di sekelilingmu,
hingga kau abaikan, bahkan tertawa renyah
saat angin senja bermain dengan rambutmu.
Terkadang aku cemburu dengan rerumputan liar itu
kau jarang sekali ingin memalingkan wajahmu dari mereka
sesuka itukah dirimu?
Tapi akupun tak membutuhkan waktu lama
untuk bisa ikut menyukai mereka.
Melihat senyum dan tawamu saat bermain di tengah-tengahnya
adalah salah satu alasan kuatku
membiarkan padang ilalang itu tumbuh di belakang rumah kita
Kalau saja aku bisa
aku ingin menghadiahkan seluruh padang ilalang di muka bumi ini
untukmu...
Marahkah kau?
Kalau tiba-tiba saja aku mendekatimu
dan menutup kedua matamu dari belakang?
Bisakah kau menebak siapa aku?
Aku tak sabar melihat bibirmu yang cemberut
saat aku mengganggu kesenanganmu :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar