Kamis, 22 September 2016

Maafkan aku, Al...

Ada rasa merupa resah saat kutempatkan hatiku pada wadah yang salah.
Lalu menggantungkan luka sebagai penghias rongga dada
ketika gejolak rasa semakin mengeratkan genggaman kita.

Maafkan aku, Al...

Seringkali aku lupa, lalu dengan sekehendak hati merindukanmu setiap waktu.
Seringkali aku lupa, lalu dengan menutup mata menikmati semua peluk yang pada akhirnya membuatku remuk.

Aku mencintai kamu, 
dengan rasa takut yang terus mengejar dan membuatku bertekuk lutut.
Mencintai kamu, 
dengan rasa malu yang pada akhirnya tetap saja membuatku tak mampu berlalu. 

Membuatku terus berdiam ditempat yang tak seharusnya.